Selasa, 14 Agustus 2012

Rossi, Balik ke Yamaha lagi




Keputusan Valentino Rossi meninggalkan Ducati dan bergabung bersama Yamaha tentunya ada alasan.Menurut mantan Bos Yamaha Davide Brivio,The Doctor sudah habis kesabarannya terhadap performa tim yang tak kunjung memberikan prestasi terbaik untuknya.

Pembalap asal Italia ini dinilai sudah tidak sabar lagi menunggu gebrakan timnya menciptakan motor yang lebih kompetitif sehingga bisa bersaing dengan pembalap lain. Meski Ducati memiliki tenaga kuat, rider sekelas Rossi pun dibuat bingung menjinakkannya. Pembalap berusia 33 tahun ini bergabung bersama Ducati pada 2011.Namun,sampai saat ini,dia hanya mampu dua kali naik podium,dan itu pun bukan berada di posisi puncak.

Menurut Brivio,dia sangat yakin Ducati memiliki potensi besar.Namun,itu butuh waktu untuk bisa merusak dominasi Honda dan Yamaha.Kemampuan itulah yang tidak dimiliki Rossi di Ducati.Apalagi,usia yang terus bertambah membuatnya semakin gerah karena tak juga meraih hasil maksimal. Karena itu,The Doctor berani mengambil keputusan kembali kepada tim yang pernah dibelanya pada 2004–2010.

“Mengakhiri kerja sama itu bukanlah keputusan mudah.Motor Ducati sekarang ini bisa menjadi proyek kejayaan,tapi butuh waktu,dan itu dianggap berlebihan oleh Rossi yang sudah berumur 33 tahun,”ucap Brivio, dilansir supersport. Dengan begitu,Brivio menganggap jawara tujuh kali MotoGP ini sudah tidak kerasan lagi mengendarai motornya di tim tersebut.

Namun,dia juga menilai bahwa keputusan Rossi bergabung ke Ducati musim lalu juga tak patut disesalinya. “Tak ada salahnya bergabung ke Ducati dan berusaha (menjinakkan Desmosedici GP12).Mereka menjalin hubungan yang bagus dalam sebuah tim.Dua tahun ini bisa dibilang cukup positif.Yang kurang hanyalah hasil,dan itu menjadi hal terpenting bagi Rossi,”ujarnya.

Brivio juga mengungkapkan bahwa Rossi sudah mengambil keputusan berani berduet dengan Jorge Lorenzo yang merupakan rider terbaik musim ini.Terlebih,saat performa Rossi musim ini belum sepenuhnya pulih layaknya di masa jayanya. Yang jelas,Brivio menganggap juara dunia tujuh kali tersebut sudah tidak sabar lagi menunggu pengembangan teknologi dari Ducati.

“Dia telah mengambil keputusan berat karena butuh keberanian untuk menantang Lorenzo, yang saat ini merupakan pembalap tertangguh,dengan motor yang sama (1.000cc),”tutur Brivio.“Rossi akan mempertaruhkan reputasinya dengan risiko besar.Dia butuh nyali untuk itu.Dia menunjukkan bahwa dia masih punya motivasi besar untuk menang,” pungkas Brivio.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cool B themes Slider

Group Ojel